3.2.a.6 Refleksi Terbimbing - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Yus Widiantini_CGP Kota Kupang
Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya yakni pemimpin yang dapat menggerakkan komunitas dan sekolah. Pemimpin penggerak yang dapat memanfaatkan potensi ekosistem untuk berdaya guna, bukan saja terhadap sekolah tetapi juga terhadap masyarakat sekitar. Sekolah wajib membangun ekosistem yang dapat merangsang kreativitas untuk dapat menunjang keberhasilan tujuan pendidikan. Keberhasilan sebuah proses pembelajaran sangat tergantung pad acara pandang sekolah melihat ekosistemnya : apakah sebagai kekuatan atau kekurangan. Sekolah yang memandang semua yang dimiliki sebagai kekuatan tidak akan berfokus pada kekurangan tetapi berupaya pada pemanfaatan aset yang dimiliki.
Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based Thinking) akan memusatkan perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang dan apa yang tidak bekerja. Segala sesuatunya akan dilihat dengan cara pandang negatif. Secara tidak sadar, kita menjadi seseorang yang merasa tidak nyaman dan curiga, yang kemudian menjadikan kita buta terhadap potensi yang ada di sekitar kita.
Pendekatan berbasis aset (Asset - Based Thinking) merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal - hal yang posotif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.
Terdapat 7 aset/modal di sekolah, antara lain :
1) Modal Manusia : Sumber daya manusia yang berkualitas, investasi pada sumber daya manusia menjadi sangat penting dan berhubungan dengan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan harga diri seseorang. Pemetaan aset /modal manusia merupakan kegiatan menginventarisir pengetahuan, kecerdasan dan keterampilan yang dimiliki setiap warganya dalam sebuah komunitas atau dengan kata lain, inventarisasi perorangan dapat dikelompokkan berdasarkan sesuatu yang berhubungan dengan hati, tangan dan kepala. melihat kecakapan seseorang yang berhubungan dengan kemasyarakatan, contohnya : kecakapan dalam mengelola usaha, pemasaran, kecakapan yang berhubungan dengan seni budaya
2)Modal Sosial : Investasi yang berdampak pada bagaimana manusia, kelompok dan organisasi dalam komunitas berdampingan contohnya : kepemimpinan, kerjasama, saling percaya, dan punya rasa memiliki masa depan yang sama. Contoh yang termasuk modal sosial adalah asosiasi. Contoh tipe asosiasi adalah berdasarkan keyakinan, kesamaan profesi, kesamaan hobi dan sebagainya.
3) Modal Fisik : 1)Bangunan yang bisa digunakan untuk kelas atau lokasi melakukan proses pembelajaran, laboratorium, pertemuan atau pelatihan, 2) Infrastruktur atau sarana prasarana mulai dari saluran pembuangan, sistem air, mesin, jalan, jalur komunikasi, sarana pendukung pembelajaran, alat transportasi, dll.
4) Modal Lingkungan Alam : (a) Bisa berupa potensi yang belum diolah dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dalam upaya pelestarian alam dan juga kenyamanan hidup. Modal lingkungan terdiri dari : udara yang bersih, taman, danau, sungai, tumbuhan, laut, dll. (b) Tanah untuk berkebun, lahan untuk beternak, hasil dari pohon seperti kayu, buah, atau material bangunan yang bisa digunakan kembali untuk menenun
5) Modal Finasial : Dukungan keuangan yang dimiliki oleh komunitas yang dapat digunakan untuk membiayai seluruh proses pembangunan dan kegiatan suatu komunitas. Modal finansial termasuk tabungan, hutan, investasi, hibah. Modal finansial juga termasuk bagaimana menanam dan menjual sayur di pasar, bagaimana membuat produk - produk yang bisa dijual, bagaimana menjalankan usaha kecil, dan juga bagaimana membuat cara penjualan menjadi lebih baik, dan bagaimana melakukan pembukuan
6) Modal Politik : Ukuran keterlibatan sosial. Lembaga pemerintah atau perwakilannya yang memiliki hubungan dengan komunitas seperti komunitas sekolah, komunitas pelayanan kesehatan, pelayanan listrik atau air
7) Modal Agama dan Budaya : Upaya pemberian bantuan empati dan perhatian, kasih sayang, dan unsur dari kebijakan praktis (dorongan utama pada kegiatan pelayanan). Termasuk juga kepercayaan, nilai, sejarah, makanan, budaya, seni, dll. Kebudayaan yang unik di setiap daerah masing - masing merupakan serangkaian ide, gagasan, norma, perlakuan, serta benda yang merupakan hasil karya manusia yang hidup berkembang dalam sebuah ruang geografis. Agama merupakan suatu sistem berperilaku yang mendasar dan berfungsi untuk mengintegrasikan perilaku individu dalam sebuah komunitas. Sangat penting kita mengetahui sejauh mana keberadaan ritual keagamaan dan kebudayaan yang berada di masyarakat serta pola relasi yang tercipa di antaranya dan selanjutnya bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk menunjang pengembangan perencanaan dan kegiatan bersama.
Komentar
Posting Komentar